Selasa, 15 Desember 2009

Spa yang mahal harganya

Jam menunjukkan pukul 16.00 WIB gue bergegas nich nyelesaikan laporan serta menyerahkan ke manager. Selama beberapa menit aku berdiri di depannya, Aku jelaskan , pak ini sudah saya buatkan summary rekapan januari 2009 sampai dengan agustus 2009. Barang yang masuk dan keluar PT.X . Tapi kendalanya sampel yang diambil kemaren waktu stoke opname hanya sebesar 30% dari total nilai persediaan yang disajikan di Neraca klien. Wah, kok bisa begitu ya ? Kalo kamu kurangkan dan ambil saldo nya gimana ? Coba buat dulu saldo In-outnya. Saya pun bergegas lari ke meja kerja dan mulai fokus untuk membuat saldo in-outnya. Ini pak yang bapak minta, wah kalo begini ga bisa ini. Mencoba untuk berpikir sejenak. Ya sudah tolong sambungkan dengan klien kita. Kemudian saya bergegas menuju ruang operator dan menghubungi mereka. Selamat sore pak, bisa disambungkan dengan Ibu ? Oh, ibunya sedang meeting pak, dicoba lagi setengah jam. Akhirnya saya menuju ke ruangan manajer dan menyampaikan bahwa ibu sedang meeting. Ya sudah, kita kasi saja kualifikasi untuk masalah ini. Ya pak, saya ijin besok saya akan melakukan stock opname di perusahaan PT Y selama 2 hari bersama rekan-rekan. Oke tidak masalah.
Saya bergegas menyusun barang-barang karena jam menunjukkan pukul 16.30, setelah saya permisi untuk mengikuti ujian "auditing dan atestasi". Akhirnya 15 menit saya tiba di kampus. Jam yang dijanjikan tak kunjung datang juga. Dan terdengarlah kabar kalau sebenarnya ujian memang jadwaln ya jam 19.00 WIB. Perasaan dalam hati saya belum belajar untuk materi hari ini. OMG ( Oh My God ) karena saya lupa ujian hari ini. Akhirnya ambil keputusan untuk datang lebuh awal.
Jam menunjukkan pukul 18.00 WIB, tak ada tanda-tanda pegawai maupun dosen masuk ke ruangan. Ruangan yang berbeda dari biasanya. Akhirnya dapat kepastian bahwa ujian pun diundurkan ke jam 19.00 WIB. Beriringan dengan listrik yang padam akhirnya bersama teman-teman menyantap makan malam di kantin. Sembari makan kami pun cerita tentang pekerjaan dan banyak hal.
Akhirnya ujian pun dimulai dengan listrik yang padam dan ruangan yang dipindahkan di lokasi yang jauh dari tempat biasanya. Kemudian mulai mengerjakan ujian dengan keringat dan panas yang cukup mengucur. Tanpa disadari kami sudah terjebak dalam ruangan spa, yang terdiri dari 19 orang yang sedang bernafas mencari udara segar sambil mengerjakan soal ujian nya. Akhirnya tepat 20.10 ujian pun berakhir dengan kalimat "kumpul".


Senin, 14 Desember 2009

Perjalanan

Tahun 2009 sebentar lagi akan berakhir. Tidak terasa perjalanan sudah hampir setahun, dimana aku melewati hari-hariku yang kelam, bahagia, suka, duka, tangisan dan lainnya. Tak terasa sudah hampir di penghujung tahun. Sepertinya aku bergumam dalam hatiku, ada yang belum kuselesaikan di tahun ini. Setahun yang lalu aku duduk di meja dan kursi yang sama, memandangi layar monitorku, melihat ke arah layar dengan fokus. Pandangan ku tertuju kepada hasil pengumuman ujian. Ternyata aku mengalami kegagalan. Sekarang pun aku masih sama seperti yang dulu.
Banyak sekali yang kudapatkan dalam kegagalan-kegagalan tahun ini, membuat aku semakin merasakan bahwa aku tak mampu berjalan sendiri. Aku butuhkan lebih dari seorang kawan, sahabat bahkan lebih dari seorang bapak. Selama ini aku berjalan mengenal seorang teman, sahabat atau bapak sebatas mengenal tanpa merasakan kehadiranNya. Sungguh suatu hal yang diluar dugaan. Aku dibutakan sesaat oleh kesibukan yang tak jelas, fokus yang tak terarah dan komunikasi yang terhenti. Aduh, aku sudah lupa aku ini siapa ? Mengapa dan untuk apa ?
Kucoba lagi memikirkan dan membayangkan apa yang ada di benakku. Apa salah dan dosaku ? huff, kucari dan tak kumengerti akan perjalanan hidupku. Aku lelah dan hendak beristirahat sejenak. Akankah aku dapatkan semua nya itu ? Perjalanan akhir tahun ini masih beberapa hari lagi. Akankah ada jawaban untuk semua pergumulan hati ini ? Mari jawab.

Minggu, 29 November 2009

Jangan pernah berhenti bermain karena Tua

angan pernah berhenti bermain karena Tua, justru akan menjadi tua karena berhenti bermain. Rahasia agar tetap awet muda adalah tetap menemukan humor setiap hari dan mempunyai mimpi. jika kehilangan mimpi, kamu akan mati.
Ada banyak sekali orang yang berjalan disekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya.

Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Seseorang berumur sembilan belas tahun Rata Penuhdan berbaring ditempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, orang tersebut tetap akan akan berubah menjadi dua puluh tahun. Bila anda berusia delapan puluh lima tahun dan tinggal ditempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apa-apa, anda tetap akan menjadi delapan puluh enam tahun.
Setiap orang pasti menjadi tua, hal itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan dan jangan pernah menyesal, karena orang yang sudah tua usianya biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak diperbuatnya. Dan orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan.

Sadarilah….
Tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kita lakukan.

Ingatlah ….
Menjadi tua adalah kepastian, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.

Sediakanlah waktu untuk….
Berpikir, karena itulah sumber kekuatan
Bermain, itulah rahasia awet muda
Membaca, menjadi landasan kebijaksanaan
Berteman, jalan menuju kebahagiaan
Bermimpi, itulah yang akan membawa anda ke bintang
Mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan
Lihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.
Dan sediakan waktu untuk tertawa, karena itulah musik jiwa.

sumber :http://renungan-harian-kita.blogspot.com/

Jumat, 17 April 2009

Ada apa dengan pemilu 2009 ?

Pemilu legislatif telah dilewati tepatnya 9 April yang lalu. Banyak sekali partai yang bertarung di ajang Pemilu 2009 ini. Sudah partai yang banyak diikuti dengan jumlah caleg terbanyak sepanjang sejarah pemilu indonesia yakni 11.868 orang . Berdasarkan data yang diperoleh okezone.com , caleg terbanyak yang diajukan parpol berasal dari Partai Demokrat sebanyak 673 calon, Partai Golongan Karya (Golkar) sebanyak 644 calon, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 635 calon.
Hasil penghitungan suara sementara versi KPU Jumat 17 April 2009 sampai dengan pkl. 11.08 WIB (sumber detik.com) 5 perolehan suara terbanyak adalah 1.Demokrat (31) 2.058.666 19,56%, 2.Golkar (23) 1.571.353 14,93%, 3.PDIP (28) 1.444.378 13,72% , 4.PKS (8) 895.679 8,51% , 5. PAN (9) 676.786 6,43% . Saat ini partai demokrat masih mengungguli di tempat yang pertama.
Headline surat kabar di Indonesia pagi mengemukakan tentang Pernyataan Presiden yang meminta rakyat agar tidak mudah terprovokasi terkait dengan pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009. Permintaan Presiden Yudhoyono itu disampaikan dalam pidato yang direkam di Istana Negara, Jakarta, Kamis, untuk disiarkan di media elektronik maupun di media cetak di seluruh Indonesia. (Harian Analisa, 17 April 2009)
Ironis sekali memang panggung politik kita saat ini, diwarnai dengan carut marutnya pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009. Banyak dugaan kecurangan terjadi baik DPT ( daftar pemilih tetap), tertukarnya surat suara antar daerah pemilihan dan kecurangan rekapitulasi suara di tingkat kecamatan yang marak di tv belakangan ini. Untuk suatu pesta demokrasi bangsa ini mengeluarkan kocek yang tidak sedikit, APBN 2008 mengalokasikan dana untuk keperluan penyelenggaraan Pemilu 2009 sebesar Rp 6,67 triliun, dan untuk keperluan operasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar Rp 793,9 miliar(Harian Sinar harapan 7 Juli 2008). Angka yang fantastis bukan ? Tetapi untuk realisasinya dari hasil Pemilu Legislatif tersebut sangat jauh dari yang diharapkan. Mulai dari sosialisasi pemilu yang kurang, masalah DPT, sampai dengan penghitungan suara yang berjalan sangat lambat secara nasional. Memang Pemilu tahun 2009 ini terkesan ribet dari pemilu yang sebelumnya. Tapi itu juga tidak bisa dijadikan alasan carut marutnya pemilu.
Biaya yang mahal tidak menjamin hasil yang baik bukan ? Seharusnya bangsa ini kembali menyadari bahwa prinsip bernegara ini adalah dari rakyat,oleh rakyat dan untuk rakyat. Artinya dana yang besar dari pajak yang dibayarkan rakyat, dikelola dengan baik oleh stakeholders, dan dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk program yang menunjang kebaikan rakyat. Sehingga semua berjalan dengan baik.
Pemilu legislatif 2009 dan Pilpres 2009 kiranya memberikan jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan rakyat.
(tnt_karo)

Minggu, 01 Februari 2009

Lampu Kristal Gereja...

Selamat hari Minggu buat semua. Kiranya hari demi hari kita semakin diberkati oleh bapa di Surga. Semakin hari semakin bertambah berkatnya dalam hidup kita.
Hari ini aku membagikan pengalaman ku di Gereja tadi. Sepanjang kotbah yang aku dengarkan tentang Anak yang hilang, yang diambil dari Lukas 15 : 11-24 aku melihat sekeliling atap Gereja. Pandanganku ke arah atas dan bawah ( aku duduk di balkon). Mataku tertuju pada 1 lampu kristal yang menurutku biasanya lampu itu indah. Kenapa disini tidak kelihatan indah ya?

Lama aku meyadari sembari aku mendengar khotbah ibu pendeta. Ada beberapa hal yang dia ingatkan kita tentang kotbah hari ini. Bagaimana Tuhan itu begitu mengasihi kita manusia. seberapapun kita menyakiti kita Dia tetap Allah yang setia. Tetapi dia juga Allah yang Adil. Sama seperti Ayah si anak yang hilang yang setelah kepergian anaknya menantikan bahkan sangat menginginkan kepulangan anaknya. Begitulah Allah kita. Tetapi si anak yang mengambil keputusan untuk memfoya-foyakan harta ayahnya, menjadi seorang yang sangat terhina di negeri orang , karena keputusan yang salah. Keputusan yang salah berakibat pada penderitaannya yang panjang di negeri orang.

Sembari aku mendengar dan menatap langit-langit Gereja, aku mulai berpikir, seandainya lampu kristal itu diletakkan di ruang tamu di rumah yang mungil pastilah dia sangat indah.
Apalagi kalau dia menerangi rumah mungil itu dengan sinarnya. Pastilah hangat dan terang. Bias-bias cahaya kuningnya mampu menghangatkan suasan penghuninya. Tetapi lampu kristal Gereja itu tidak seperti itu. Aku tidak tahu apakah waktu mendesain Gereja tidak dipertimbangkan besarnya atau dananya yang kurang. Pastilah mereka punya alasan. Yang pasti lampu kristal itu menginspirasikan aku tentang sesuatu. Jikalau kita menempatkan diri dalam kapasitas yang sesuai tentulah hasilnya pasti sesuai. Tetapi jikalau kita menempatkan diri diluar kemampuan kita maka hasilnya mungkin tidak seperti yang diharapkan.

Jadilah besar ketika memang kita besar, dan jadilah kecil ketika kita kecil.